Sunday, 20 September 2015

Sering Mengigau atau Ngelindur? Inilah Dampak dan Cara Mengatasinya

mengigau, gelindur, mbangkrong, sleeptalking, somniloquy

Sampai saat ini, mengigau atau ngelindur belum diketahui secara pasti dampaknya bagi kesehatan. Namun, siapa pun akan malu jika kicauan alam bawah sadar ini didengar oleh orang lain. Kadang kicauan tersebut menjadi bahan olok-olokan dan lelucon. Kadang pula malah menjadi bahan pertengkaran.

Mengigau bukanlah hal yang tabu meski diri menjadi malu. Mengigau juga bukan hal yang wajar meski diri sedang tidak sadar. Mengigau merupakan luapan alam bawah sadar yang tak terbendung karena kondisi fisik yang lelah atau beban perasaan yang tak terkendali.




Apa itu Mengigau?

Mengigau atau sleep-talking adalah berbicara di luar kesadaran saat terlelap tidur. Mungkin sekedar bergumam, menggerutu, atau sekedar berucap yang tidak bermakna. Mungkin juga berupa monolog, berbicara sendiri yang bisa dimengerti dan membentuk sebuah narasi. Bisa juga berupa dialog, seakan-akan ada lawan bicaranya.

Mengigau yang dalam istilah medis disebut somniloquy merupakan parasomnia, yaitu perilaku yang tidak normal yang dilakukan tanpa sadar saat tidur. Umumnya mengigau terjadi pada anak-anak. Hampir 50% anak usia 3 - 10 tahun mengalami hal ini dan hanya 5% terjadi pada orang dewasa.

Saat seseorang mengigau, bola matanya akan berputar dengan cepat. Cobalah buktikan sendiri, jika kebetulan orang yang tidur di samping Anda sedang mengigau, bukalah kelopak matanya. Anda akan mendapatkan bola matanya berputar-putar. Inilah yang disebut tidur jenis REM (Rapid Eye Movement). Tidur jenis ini, selain mengeluarkan suara, sering juga disertai gerakan anggota tubuh seperti memukul, menendang, bahkan berjalan sambil tidur atau mbangkrong.

Penyebab Sering Mengigau atau Ngelindur




Secara umum, mengigau disebabkan oleh faktor fisik dan psikologis. Faktor fisik di antaranya kelelahan, kurang tidur, dan sedang sakit fisik. Sedangkan faktor psikologis antara lain depresi, memendam rasa, keinginan, dan harapan.

Faktor Fisik

Kelelahan dan kurang tidur dapat menjadi sebab seseorang mengigau. Orang yang kelelahan atau kurang tidur akan cepat terlelap tidur tetapi kualitas tidurnya berkurang. Kondisi akan menyebabkan seseorang berbicara secara tidak sadar saat tidur. Tidur dengan jam yang tidak teratur juga dapat menyebabkan seseorang sering ngelindur.

Sakit fisik, misalnya demam tinggi, juga dapat memicu seseorang mengigau. Pada saat terjaga, orang yang mengalami demam tinggi (terutama anak-anak), seringkali berbicara tanpa sadar atau ngame. Pada saat tidur, kondisi menahan sakit ini akan keluar dalam bentuk igauan.

Faktor Psikologis

Setiap orang pasti mempunyai keinginan dan harapan. Saat keinginan belum terpenuhi dan harapan belum tercapai maka akan menjadi masalah. Jika masalah ini dipikirkan terlalu dalam maka akan menjadi beban hidup dan tertanam di alam bawah sadar kita. Perwujudannya bisa berupa kegelisahan, bisa juga terbawa  dalam mimpi, bahkan sampai mengigau. Demikian juga yang terjadi jika seseorang sedang stres atau depresi.

Dampak Mengigau atau Ngelindur

Dampak langsung dari mengigau adalah mengurangi kualitas tidur, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang yang tidur di sampingnya. Bahkan bisa menjadi gangguan tidur bagi orang yang berada satu kamar dengannya.

Orang Lain Bisa Mengorek Rahasia Kita

Mengigau bisa menjadi masalah karena orang lain tahu apa yang sedang kita ucapkan saat tak sadar diri. Jika igauan itu kedengarannya lucu, konyol, dan menggelikan maka akan menjadi bahan lelucon dan bahan olok-olokan. Tetapi bagaimana jika igauan itu sesuatu yang tidak seharusnya didengar orang lain, misalnya memanggil-manggil nama mantan kekasih? Padahal pasangan hidupnya sedang berada di sampingnya.

Pada beberapa kasus, orang yang sedang mengigau dapat diajak bicara oleh orang yang berada di sampingnya. Ini sering saya lakukan ketika anak saya mengigau. Saya tangkap temanya kemudian saya ajak dialog, ternyata nyambung. Ini sangat berbahaya jika igauan itu adalah rahasia hidup.

Cara Mengatasi Sering Mengigau atau Ngelindur

  • Tidur 6 - 8 jam sehari dengan jadwal tidur yang tetap dan teratur, tidak sering berubah setiap hari.
  • Orang yang mengigau jiwanya tidak tenang. Oleh karena itu, jangan memendam masalah berlarut-larut apalagi dipendam sendiri. Berbagi masalah dengan orang terdekat dan dapat dipercaya akan membantu meringankan beban hidup.
  • Lakukan stretching atau peregangan beberapa anggota tubuh sebelum tidur.
  • Berwudlu dan berdoa sebelum tidur. 

Simak juga Bahaya Tidur Ngorok, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya.

Demikian informasi tentang dampak dan cara mengatasi sering mengigau atau ngelindur saat tidur. Semoga bermanfaat.



No comments:

Post a Comment

Maaf, komentar yang tidak berhubungan dengan isi artikel, banyak mengandung singkatan kata, atau mengandung link aktif, tidak kami tayangkan.

Komentar Anda akan kami moderasi sebelum kami tayangkan. Centang 'Notify me' agar Anda mendapat pemberitahuan lewat email bahwa komentar Anda sudah ditayangkan.