Sunday, 10 July 2016

Dampak Makan Kupang dan Cara Mengatasinya

kupang lontong, sate kerang, lento, makanan khas jawa timur, surabaya, sidoarjo, pasuruan
Kupang Lontong

Kupang adalah makanan khas Jawa Timur, terutama Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan. Di daerah tersebut, kupang biasanya disajikan dalam berbagai produk olahan makanan seperti lontong kupang, krupuk kupang, dan petis kupang.

Di antara produk olahan makanan tersebut yang sering kita jumpai adalah lontong kupang atau kupang lontong. Kuah lontong kupang dipadukan dengan petis kupang yang dicampur dengan cabe, bawang putih, gula, dan perasan jeruk nipis. Satu porsi lontong kupang biasanya dihidangkan bersama dengan sate kerang dan lento. Sedangkan minuman khas yang selalu menemani lontong kupang adalah es kelapa muda atau es degan.




Apa itu Kupang?

Kupang adalah kerang kecil yang hidup di sepanjang pantai yang berombak tenang. Habitatnya menempel pada rumput-rumput dan tumbuhan laut. Di pulau Jawa, kupang banyak ditemukan di sepanjang pantai utara.

Jenis kupang yang biasa dijadikan produk olahan makanan adalah kupang putih atau Corbula faba. Kupang jenis ini bentuknya kecil-kecil kira-kira sebesar butir padi. Kupang Surabaya paling kecil, kupang Sidoarjo dan Pasuruan sedikit lebih besar, sedangkan kupang Madura paling besar, kira-kira sebesar biji kedelai. 

Kandungan Gizi dan Manfaat Kupang

Sebagai sumber protein hewani, kupang mengandung 17 asam amino, 10 di antaranya merupakan asam amino esensial, yaitu asam amino yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh melainkan harus diperoleh dari makanan. Asam-asam amino esensial tersebut di antaranya treonin, valin, metionin, isoleusin, fenilalanin, lisin, tripsin, histidin, dan arginin.

Selain itu, kupang juga mengandung asam-asam lemak, di antaranya 12,31% asam linoleat (LNA), 6,52% asam eikosapentanoat (EPA), serta 6,61% asam dokoheksanoat (DHA). Asam-asam lemak tersebut bermanfaat dalam melancarkan transportasi oksigen dan nutrisi yang diserap oleh tubuh serta mengurangi kerusakan otot.

Sedangkan mineral yang terkandung dalam kupang adalah zat besi (Fe) dan seng (Zn). Zat besi bermanfaat dalam pembentukan sel-sel darah merah sedangkan seng berperan dalam melancarkan metabolisme tubuh.

Secara keseluruhan, kupang didominasi oleh air dengan kadar 75,70%, abu 3,09%, protein 10,85%, lemak 2,68%, serta karbohidrat 1,02%.

Dampak Makan Kupang

Bagi sebagian orang, mengonsumsi kupang mungkin bisa menyebabkan keracunan. Orang yang tidak 'tawar' makan kupang biasanya akan mengalami sakit perut dan gangguan pencernaan lainnya seperti mual, perut mulas, dan kembung. Kadang-kadang juga disertai gatal-gatal pada kulit.
Sakit perut, mual-mual, perut mulas, dan kembung akibat makan kupang
Kenapa demikian? Cara kupang memperoleh makanan tidak seperti ikan. Ikan selalu memilah dan memilih makanan di sekitarnya sesuai dengan seleranya. Tetapi kupang tidak. Kupang menyerap apa saja yang ada di sekitarnya tanpa seleksi. Mirip penyedot debu. Jika habitatnya tercemar limbah berbahaya, logam berat, atau zat beracun lainnya maka zat-zat beracun tersebut akan terserap juga ke dalam tubuh kupang.

Anehnya, zat-zat beracun tersebut sama sekali tidak membahayakan tubuh kupang. Kupang tidak menderita efek negatif apapun meski menyerap zat-zat beracun di sekitarnya. Malah tingkat pencemaran lingkungan akan semakin menurun karena keberadaan kupang.

Tidak demikian halnya dengan manusia, akumulasi zat-zat beracun yang terserap dalam tubuh kupang yang kita konsumsi, akan sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh kita. Akibatnya, jika salah mengolah kupang, perut kita terasa mulas dan kembung.

Cara Mengatasi Gangguan Pencernaan Akibat Makan Kupang




Orang yang sudah merasakan lezatnya lontong kupang akan tergiur ketika mendengar teriakan orang menjajakan lontong kupang. Demikian juga ketika melewati kedai lontong kupang. Bahkan hanya dengan melihat gambar sajian lontong kupang saja, lidah spontan mengecap dan ludah pun tertelan. Apalagi di hadapan kita dihidangkan lontong kupang lengkap dengan sate kerang. Aroma perpaduan antara petis kupang dan perasan jeruk nipis mendorong kita untuk segera menyantapnya.

Tetapi orang yang alergi dan tidak tahan dengan makanan berprotein tinggi akan mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi kupang lontong. Berikut ini beberapa tips untuk mengatasi dampak negatif makan kupang.

Mengolah Kupang dengan Arang Kayu

Kebanyakan orang keracunan kupang setelah makan kupang yang diolah sendiri di rumahnya. Bukan kupang yang dibeli di kedai-kedai kupang. Hal ini karena tidak banyak yang tahu rahasia penjual lontong kupang ketika mengolah kupang. Rahasianya adalah arang kayu.
Mengolah Kupang dengan Kayu Arang, karbon aktif
Arang Kayu
Para penjual lontong kupang selalu memasukkan arang kayu ke dalam kuah kupang saat mengolahnya. Secara ilmiah, arang kayu adalah karbon aktif yang mempunyai pori-pori jauh lebih kecil daripada pori-pori kayu sebelum menjadi arang. Dengan pori-pori yang sangat kecil ini menyebabkan jumlah pori-porinya jauh lebih banyak sehingga mempunyai daya serap yang tinggi.

Jika arang kayu ini dimasukkan ke dalam kuah kupang maka arang aktif ini mampu menyerap zat-zat beracun yang terkandung dalam tubuh kupang. Dengan cara ini kita lebih aman mengonsumsi lontong kupang.

Minus Es Kelapa Muda setelah Makan Kupang

Di setiap kedai atau warung lontong kupang biasanya hanya disediakan satu jenis minuman, yaitu es kelapa muda atau es degan. Sudah bukan rahasia lagi bahwa es degan merupakan penawar racun yang tersisa setelah diserap oleh kayu arang. Es kelapa muda ini juga cocok bagi orang yang alergi makan kupang.
Minus Es Kelapa Muda atau Es Degan setelah Makan Kupang
Es Kelapa Muda
Air kelapa muda terdiri dari enzim bioaktif seperti asam folat, fosfatase, katalase, dehidrogenase, diastase, dan peroksidase. Enzim-enzim tersebut efektif melancarkan pencernaan dan metabolisme tubuh.

Selain itu, air kelapa muda juga kaya nutrisi dan vitamin seperti riboflavin, niasin, thiamin, piridoksin, dan folat. Dengan nutrisi dan vitamin tersebut, air kelapa muda memiliki sifat antivirus dan antibakteri sehingga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Minum Norit jika Sakit Perut setelah Makan Kupang

Jika tetap saja sakit perut setelah makan kupang meski sudah minum es degan, jalan satu-satunya adalah minum norit. Norit juga merupakan karbon aktif tetapi dikemas dalam bentuk kapsul berwarna hitam. Di dalam tubuh, norit akan menyerap bahan-bahan beracun berbahaya yang menyebabkan gangguan pencernaan.

Simak juga Norit, Obat Diare yang juga Bermanfaat untuk Memutihkan Gigi.

Jangan Berlebihan Mengonsumsi Kupang

Meskipun kita sudah mengolah kupang dengan kayu arang, tidak menjamin semua zat beracun dalam tubuh kupang terserap oleh arang kayu. Akumulasi sisa zat beracun yang belum terserap oleh karbon aktif tersebut masih memungkinkan mengganggu sistem pencernaan jika kita berlebihan dan terlalu sering mengonsumsi kupang.

Meskipun es kelapa muda efektif melancarkan sistem pencernaan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, namun jika saat makan kupang kondisi tubuh kita sedang tidak fit, maka gangguan pencernaan akan menghadang.

Oleh karena itu, janganlah berlebih mengonsumsi kupang, baik porsi maupun frekuensi. Satu porsi seminggu sekali atau sebulan sekali sudah cukup untuk memenuhi hasrat kita menikmati kelezatan lontong kupang.

Simak juga, Dampak Makan Durian dan Cara Mengatasinya.

Demikian, informasi tentang efek negatif makan kupang dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat.



No comments:

Post a Comment

Maaf, komentar yang tidak berhubungan dengan isi artikel, banyak mengandung singkatan kata, atau mengandung link aktif, tidak kami tayangkan.

Komentar Anda akan kami moderasi sebelum kami tayangkan. Centang 'Notify me' agar Anda mendapat pemberitahuan lewat email bahwa komentar Anda sudah ditayangkan.