Thursday, 17 November 2016

Selalu Merasa Lapar, Inilah Penyebabnya

Selalu Merasa Lapar, Inilah Penyebabnya

Lapar adalah naluri dasar setiap orang. Sinyal lapar akan selalu datang secara berkala setiap hari. Namun, ada kalanya sinyal lapar tersebut datang meskipun kita telah mengonsumsi makanan yang cukup. Kita harus mulai curiga dengan kondisi ini.




Dalam kondisi normal, rasa lapar akan menyerang tatkala tubuh kita membutuhkan energi. Keadaan menjadi lain bila kita selalu merasa lapar meskipun tubuh kita sudah cukup energi. Kondisi yang selalu lapar ini disebabkan karena ada gangguan psikis ataupun klinis pada diri kita.

Berikut ini gangguan psikis dan klinis yang menyebabkan seseorang selalu merasa lapar.

Depresi

Depresi adalah perasaan sedih dan cemas yang berlebihan yang membuat seseorang hilang minat dan semangat. Seseorang yang mengalami depresi akan mengalami penurunan jumlah hormon serotonin dalam tubuh.

Padahal hormon serotonin berfungsi mengatur mood, nafsu makan, tidur, dan kontraksi otot. Jika jumlah hormon serotonin menurun maka proses makan menjadi kurang nyaman dan kurang efektif. Kondisi inilah yang menyebabkan penderita depresi selalu merasa lapar atau malah kurang nafsu makan.

Selain itu, penderita depresi selalu merasa hidupnya tak bergairah dan tak bertenaga meskipun perut sudah kenyang. Perasaan tak bertenaga ini oleh tubuh diartikan butuh nutrisi. Akibatnya, penderita depresi akan selalu berkeinginan untuk makan dan ngemil.

Stres




Stres adalah tekanan psikis karena merasa tidak mampu memikul beban yang ditanggungnya. Ketika seseorang mengalami stres maka hormon kortisol yang terkandung di dalam tubuh mengalami peningkatan yang sangat drastis.

Selain stres psikis, ada pula stres fisik seperti mengangkat beban yang terlalu berat, cidera, dan inflamasi atau peradangan. Stres fisik juga memicu produksi hormon kortisol yang berlebih.

Peningkatan hormon kortisol akan memicu penderita stres merasa lapar meskipun tubuh tidak sedang membutuhkan kalori. Hal ini karena hormon kortisol selalu mengirim pesan ke otak untuk meningkatkan nafsu makan dengan cara menimbulkan rasa lapar. Inilah yang menyebabkan penderita stres mempunyai nafsu makan yang tinggi dan merasa lapar terus-menerus.

Simak juga, Manfaat Menangis bagi Kesehatan.

Obesitas

Obesitas atau kegemukan adalah penumpukan lemak tubuh yang berlebihan. Penumpukan lemak ini mengakibatkan sel-sel tubuh kurang sensitif dalam menangkap sinyal hormon leptin, yaitu hormon yang berkaitan dengan rasa kenyang. Akibatnya, pesan kenyang tidak sampai ke otak.

Selain itu, kelebihan lemak juga menyebabkan lonjakan kadar hormon insulin. Kadar hormon insulin yang tinggi ini mendorong tubuh mengirim sinyal ke otak bahwa perut sedang lapar.

Makanya jarang sekali kita dapati orang gemuk mulutnya sepi dari makanan. Selalu ada saja yang dimakan, terutama camilan. Jika sudah tidak ada lagi yang dimakan, ia akan tidur.

Simak juga, Orang Gemuk Banyak Makan, Banyak Makan Belum Tentu Gemuk.

Dehidrasi

Dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh juga dapat menimbulkan rasa lapar. Dehidrasi segera dapat diatasi dengan cara minum air putih atau air manis. Tetapi saat kita dehidrasi, otak keburu menerima pesan bahwa kita sedang lapar.

Menstruasi

Selama periode menstruasi, banyak fluktuasi hormonal yang terjadi dalam tubuh. Kadar berbagai hormon yang naik turun selama periode tersebut menyebabkan berbagai gejala dalam tubuh, di antaranya nafsu makan yang tiba-tiba meningkat.

Hipertiroidisme

Hipertiroidisme adalah kelenjar tiroid (kelenjar gondok) yang overaktif dalam memproduksi hormon tiroksin. Tingginya produksi hormon tiroksin ini memicu proses dan fungsi dalam tubuh berjalan sangat cepat. Hal inilah yang menyebabkan penderita hipertiroidisme selalu merasa lapar yang berlebihan.

Hipoglikemia

Hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah berada di bawah kadar normal. Kadar gula darah yang rendah ini menyebabkan tubuh membutuhkan energi. Meski sebenarnya kita sudah mengonsumsi makanan yang cukup, tapi sinyal lapar tetap terkirim ke otak.

Diabetes

Diabetes biasa dikenali dengan kadar gula darah di atas normal. Kadar gula darah yang tinggi akan mendorong tubuh untuk menyampaikan pesan ke otak bahwa perut belum kenyang. Sehingga penderita diabetes sulit merasa kenyang.

Efek Samping Obat

Obat-obatan tertentu seperti obat anti-depresi, anti-alergi, antibiotik, dan lain-lain dapat menimbulkan rasa lapar yang cukup tinggi. Karena itu, jangan kaget setelah mengonsumsi obat-obatan tersebut nafsu makan tiba-tiba naik.

Simak juga, Camilan Sehat untuk Diet.

Demikian, informasi tentang penyebab rasa lapar yang tidak wajar. Semoga bermanfaat.



No comments:

Post a Comment

Maaf, komentar yang tidak berhubungan dengan isi artikel, banyak mengandung singkatan kata, atau mengandung link aktif, tidak kami tayangkan.

Komentar Anda akan kami moderasi sebelum kami tayangkan. Centang 'Notify me' agar Anda mendapat pemberitahuan lewat email bahwa komentar Anda sudah ditayangkan.